Scroll untuk baca artikel
Berita UnggulanFavoritePemerintahPendidikan

Gunungkidul Gandeng Microsoft, Guru Didorong Kuasai AI

×

Gunungkidul Gandeng Microsoft, Guru Didorong Kuasai AI

Sebarkan artikel ini

Penguatan kapasitas guru jadi kunci masa depan pendidikan Jogja.

Gunungkidul gandeng Microsoft dan Great Nusa BINUS dorong guru kuasai AI untuk perkuat SDM dan masa depan pendidikan. foto: Dok gunungkidulkab.go.id

Gunungkidul, Voicejogja.com – Ruang pertemuan di Dinas Pendidikan Gunungkidul terasa berbeda. Di tengah pembahasan tentang kecerdasan buatan, para guru diajak membayangkan ruang kelas yang lebih kreatif, relevan, dan dekat dengan dunia anak-anak hari ini.

Pemanfaatan AI dalam pendidikan kini menjadi bagian dari arah baru penguatan SDM Gunungkidul. Kolaborasi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Microsoft Indonesia, dan Great Nusa BINUS menandai langkah serius agar guru tidak tertinggal oleh laju teknologi yang terus bergerak cepat.

AI sebagai Semangat Zaman

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan bahwa kecerdasan buatan bukan lagi wacana masa depan. AI telah hadir sebagai alat nyata yang dapat meningkatkan produktivitas, terutama di sektor pendidikan.

Menurutnya, para pendidik perlu terus meningkatkan kemampuan agar tidak tertinggal oleh perkembangan teknologi yang kerap lebih cepat dikuasai peserta didik.

Ia juga mengingatkan bahwa AI bukan untuk menggantikan peran guru. Teknologi hanyalah alat, sementara pendidikan tetap bertumpu pada pembangunan jiwa, karakter, dan derajat kemanusiaan anak-anak Gunungkidul.

“Keahlian teknologi memang perlu, tetapi harus tetap dilandaskan pada jiwa yang besar untuk membangun karakter anak didik kita,” ujarnya.

Foto: Dok AGunungkidulkab.go.id

Kolaborasi dan Dampak Nyata bagi Guru

Seminar penguatan produktivitas dan SDM ini merupakan hasil kolaborasi melalui program “Elevate” dari Microsoft, bersama Great Nusa (GRPNUSA) BINUS.

Nita Feria dari Great Nusa menjelaskan bahwa AI difokuskan untuk membantu guru bekerja lebih efektif. Salah satunya dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang lebih kreatif dan menarik.

AI juga dapat dimanfaatkan untuk merancang aktivitas pembelajaran yang variatif, tidak hanya akademis, tetapi juga melibatkan aspek motorik dan sensorik.

“Dengan bantuan teknologi, guru dapat menciptakan acara atau metode pembelajaran yang meningkatkan semangat dan ketertarikan peserta didik serta orang tua,” ungkap Nita.

Investasi Masa Depan Pendidikan Gunungkidul

Bagi Gunungkidul, penguatan kapasitas guru bukan sekadar program pelatihan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk memastikan generasi muda tumbuh dengan bekal kompetensi yang sesuai perkembangan zaman.

Guru disebut sebagai garda terdepan dalam mencetak generasi emas. Karena itu, penguasaan AI menjadi prioritas agar pembelajaran tetap relevan dan produktif.

Langkah ini memperlihatkan bahwa pendidikan di Gunungkidul tidak ingin berjalan di tempat. Di tengah arus transformasi digital, Jogja (melalui Gunungkidul) berupaya memastikan teknologi dan nilai kemanusiaan berjalan beriringan.(Oi)

Sumber: gunungkidulkab.go.id