Scroll untuk baca artikel
DaerahFavoritePemerintah

Bocorkan Strategi Holopis Kuntul Baris, Bupati Gunungkidul Bangun Semanu Tanpa Sekat!

×

Bocorkan Strategi Holopis Kuntul Baris, Bupati Gunungkidul Bangun Semanu Tanpa Sekat!

Sebarkan artikel ini

Gotong royong lintas warga dan pemerintah kembali jadi tenaga utama pembangunan desa di Gunungkidul.

Semangat gotong royong di Semanu kembali hidup lewat pembangunan jalan, drainase, dan mitigasi bencana di Gunungkidul.

Gunungkidul, Voicejogja.com Suara cangkul, adukan semen, dan kerja bersama kembali menghidupkan semangat lama di Semanu. Di tengah tantangan pembangunan wilayah dan ancaman bencana, warga bersama pemerintah turun langsung memperbaiki akses jalan hingga drainase yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.

Melalui agenda Kepyakan Gotong Royong di Kapanewon Semanu, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mencoba menghidupkan kembali ruh kebersamaan yang dulu menjadi kekuatan utama masyarakat desa: bekerja bersama tanpa sekat demi kepentingan bersama.

Semangat Kolektif untuk Infrastruktur Warga

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan pembangunan daerah tidak bisa dilakukan secara parsial. Menurutnya, semangat “Holopis Kuntul Baris” yang pernah digaungkan Bung Karno masih relevan untuk menjawab tantangan pembangunan hari ini.

“Bahwa pembangunan daerah tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan harus melalui mobilisasi tenaga semesta yang menyatukan niat baik dari seluruh elemen bangsa,” ujar Endah.

Kegiatan gotong royong dilaksanakan serentak di lima kelurahan di Kapanewon Semanu dengan fokus pada mitigasi bencana dan peningkatan aksesibilitas wilayah.

Panewu Semanu, Anik Suprihatih, menjelaskan di Kelurahan Pacarejo dilakukan pembangunan jalan cor block sepanjang 119 meter dengan progres mencapai 90 persen. Jalur tersebut menjadi akses penting untuk evakuasi saat banjir melanda wilayah sekitar.

Drainase hingga Jalan untuk Wilayah Terisolir

Selain di Pacarejo, pembangunan drainase juga dilakukan di Padukuhan Wareng, Kelurahan Semanu, serta di Padukuhan Semuluh Kidul, Kelurahan Ngeposari.

Sementara di Kelurahan Dadapayu dan Candirejo, pembangunan jalan cor block masing-masing sepanjang 110 meter dilakukan untuk membuka akses warga menuju fasilitas umum.

“Jalur ini merupakan satu-satunya akses penting bagi warga Padukuhan Jati yang selama ini relatif terisolir untuk menjangkau fasilitas umum seperti pasar dan Puskesmas,” terang Anik.

Bagi warga, pembangunan seperti ini bukan hanya soal infrastruktur. Jalan dan drainase yang lebih baik ikut menentukan keselamatan, akses ekonomi, hingga kualitas hidup masyarakat sehari-hari.

Gotong Royong yang Mengurangi Risiko Bencana

Lurah Pacarejo, Suhadi, menyebut program gotong royong sebelumnya telah membantu normalisasi saluran air dan mulut luweng yang selama ini menjadi penyebab banjir tahunan di lahan pertanian warga.

“Program ini sangat membantu, yang awalnya selalu ada bencana, alhamdulillah tahun ini tidak kami rasakan lagi,” katanya.

Program ini juga dinilai mampu menghidupkan kembali budaya kebersamaan yang sempat memudar. Tokoh masyarakat RW 20 Pacarejo, Mungkarto, mengatakan warga terlibat secara sukarela dalam pembangunan jalan tanpa menunggu imbalan.

Di tengah perubahan sosial yang semakin individual, semangat gotong royong di Semanu menjadi pengingat bahwa pembangunan desa tidak selalu dimulai dari alat berat, tetapi dari kesediaan warga untuk bergerak bersama menjaga masa depan wilayahnya.(Oi)

Sumber: Gunungkidulkab.go.id