German Open, VoiceJogja.com – Dingin udara Mülheim dan karakter shuttlecock yang berbeda sempat membuat ritme permainan tak langsung menyatu. Namun pasangan Indonesia tetap tenang, membaca situasi, lalu perlahan mengambil alih kendali.
Pada babak 32 besar German Open 2026, Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari menuntaskan laga atas Mysha Omer Khan/Taabia Khan (UAE) dengan skor 21-9, 21-12. Kemenangan ini menjadi langkah awal yang solid di turnamen level internasional tersebut.
Adaptasi di Awal, Stabil Setelah Interval
Lanny Tria Mayasari mengakui awal pertandingan diwarnai proses penyesuaian.
“Alhamdulillah pertandingan hari ini berjalan dengan baik dan kami bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera. Di awal-awal poin tadi kami masih mencoba beradaptasi dengan kondisi lapangan dan juga shuttlecock pertandingan,” ujarnya.
Saat latihan, kok yang digunakan berbeda dengan yang dipakai saat pertandingan. Hal itu membuat feel pukulan belum sepenuhnya pas di poin-poin awal.
Namun setelah interval, permainan mulai lebih stabil.
“Setelah poin 11 ke atas, kami sudah mulai menemukan pola permainan yang tepat. Dari situ permainan kami lebih stabil dan bisa lebih mengontrol jalannya pertandingan,” kata Lanny.
Kendali Permainan dan Evaluasi Cepat
Apriyani Rahayu menambahkan, faktor suhu udara yang cukup dingin turut memengaruhi permainan di awal laga.
“Kondisi hari ini memang cukup berbeda, terutama dari sisi kok dan juga suhu udara yang dingin. Itu cukup memengaruhi feel permainan kami di awal,” ujarnya.
Meski demikian, komunikasi di lapangan berjalan baik. Evaluasi dilakukan langsung di tengah pertandingan untuk menyesuaikan pola dan tempo.
Hasilnya, Apri/Lanny mampu mengontrol reli dan menjaga jarak poin hingga menutup laga dalam dua gim.
Focus babak 16 Besar
Di babak 16 besar German Open 2026, Apriyani/Lanny akan menghadapi Kaho Osawa/Mai Tanabe.
Persiapan tidak hanya bertumpu pada kondisi fisik, tetapi juga analisis permainan lawan.
“Kami akan mempelajari kelemahan serta kebiasaan permainan mereka, termasuk menonton video pertandingan mereka, agar bisa lebih siap saat bertanding besok,” ujar Apriyani.
Kemenangan ini bukan sekadar lolos satu babak. Bagi pasangan Indonesia, konsistensi dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci menghadapi padatnya persaingan bulu tangkis dunia.
Langkah yang tenang dan terukur seperti ini menjaga peluang tetap terbuka. Di setiap turnamen, kontrol permainan bukan hanya soal teknik, tetapi juga ketenangan membaca situasi dan momentum.(Oi)
Sumber: pbsi.id














