Bantul, VoiceJogja.com – Langkah tegap dan komando lantang menggema di Stadion Sultan Agung Bantul, Sabtu pagi (14/2/2026). Ratusan siswa dari berbagai sekolah berdiri dalam formasi rapi, membawa semangat yang tak sekadar soal lomba, tetapi tentang karakter dan masa depan.
Gebyar Indonesia Muda ke-10 bukan hanya ajang baris berbaris. Di Bantul, kegiatan ini menjadi ruang pembinaan disiplin dan nasionalisme pelajar yang terus dijaga dari tahun ke tahun.
58 Peleton Ramaikan Stadion Sultan Agung
Sebanyak 58 peleton ambil bagian dalam lomba baris berbaris tingkat SMP dan SMA sederajat. Rinciannya, 22 peleton putri dan 16 peleton putra dari tingkat SMA, serta 14 peleton putri dan 6 peleton putra dari tingkat SMP.
Formasi demi formasi tampil dengan kekompakan dan ketelitian gerak. Di balik setiap langkah, ada latihan panjang dan semangat kolektif yang terbangun di sekolah masing-masing.
Ketua panitia, Akhyar, menyebut kegiatan ini sebagai sarana pembinaan karakter generasi muda.
“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat terwujud generasi muda yang disiplin, berkarakter, berjiwa kepemimpinan, serta memiliki semangat nasionalisme yang tinggi,” ujarnya.
Tradisi Paskibraka yang Terjaga
Bantul memiliki rekam jejak konsisten dalam mengirimkan kontingen paskibraka nasional setiap tahun sejak 2010 hingga 2025. Tradisi ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab moral bagi pelajar.
Gebyar Indonesia Muda menjadi salah satu mata rantai pembinaan itu. Ajang ini diharapkan memotivasi siswa untuk melanjutkan kiprah positif, termasuk menapaki jalur paskibraka yang membawa nama daerah ke tingkat nasional.
Bagi warga Bantul, keberlanjutan tradisi ini bukan hanya soal prestasi, tetapi tentang menjaga nilai kedisiplinan dan cinta tanah air di tengah perubahan zaman.
Ajakan Sportivitas dan Kepemimpinan
Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bantul, Yulius Suharta, menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara.
Ia mengajak seluruh peserta mengikuti lomba dengan sportif, menjunjung tanggung jawab dan semangat kebersamaan.
“Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar, serta dapat menjadi sarana mewujudkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepemimpinan generasi muda Kabupaten Bantul,” ungkapnya.
Di Stadion Sultan Agung pagi itu, disiplin bukan sekadar aba-aba. Ia menjadi fondasi karakter yang kelak dibawa para pelajar ke ruang-ruang pengabdian yang lebih luas. Bagi Bantul dan Yogyakarta, investasi terbesar memang selalu pada kualitas generasi mudanya.
Sumber: Bantulkab.go.id














