Yogyakarta, Voicejogja.com – Deretan furnitur dan produk kerajinan memenuhi ruang Jogja Expo Center (JEC) saat Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (JIFFINA) 2026 berlangsung. Di tengah pameran yang menampilkan produk eco lifestyle itu, muncul kisah inspiratif tentang tekad dan keberanian membangun usaha.
Salah satunya datang dari Dr. Ema Nurmaya, MM, dosen Magister Manajemen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta yang juga dikenal sebagai Founder Occol Artisan Indonesia, produsen bathtub mewah.

Mindset yang Membentuk Keberanian Berbisnis
Di sela kunjungannya ke JIFFINA 2026, Dr. Ema berbagi pandangan mengenai mentalitas yang ia pegang selama membangun usaha.
Ia memperkenalkan prinsip sederhana yang menurutnya menjadi fondasi perjalanan bisnisnya: “If I want it, I’ll get it.”
“Mungkin butuh satu tahun, dua tahun, bahkan sepuluh tahun. Tapi kalau kita punya prinsip ‘If I want it, I will get it’, kita tidak akan takut gagal. Kalau gagal, ya bangkit lagi,” ujarnya.
Bagi Ema, keberhasilan tidak selalu datang dari keberuntungan semata. Tekad dan konsistensi menjadi kunci penting untuk melewati berbagai tantangan dalam membangun usaha.
JIFFINA Jadi Ruang Belajar bagi Wirausaha Muda
Sebagai akademisi sekaligus praktisi bisnis, Dr. Ema melihat JIFFINA bukan sekadar pameran produk furnitur dan kerajinan.
Ajang internasional seperti ini, menurutnya, menjadi ruang belajar yang penting bagi mahasiswa maupun pelaku usaha pemula untuk melihat perkembangan industri secara langsung.
Ia mendorong generasi muda agar aktif mencari inspirasi dari berbagai forum bisnis dan pameran internasional.
Melalui pengalaman tersebut, pelaku usaha dapat memahami dinamika pasar sekaligus melihat peluang baru yang mungkin belum tergarap.

Pesan Ketahanan Mental untuk Generasi Muda
Dalam perjalanan bisnis, Dr. Ema juga mengingatkan bahwa tekanan dan keraguan sering kali datang dari lingkungan sekitar.
Namun ia percaya bahwa ketahanan mental menjadi bagian penting dalam membangun usaha yang berkelanjutan.
“Kalau ada orang yang mencoba melemahkan Anda, cukup jawab: ‘I’m not done yet’. Biarkan mereka bicara, kita tetap berproses sampai tujuan itu tercapai,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan membangun usaha sering kali memerlukan kesabaran panjang.

Menggabungkan Dunia Akademik dan Industri
Kehadiran Dr. Ema di JIFFINA 2026 juga memperlihatkan bagaimana dunia akademik dan dunia usaha dapat saling melengkapi.
Sebagai dosen di Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan, ia tidak hanya mengajar teori manajemen, tetapi juga menjalankan bisnis melalui Occol Artisan Indonesia yang bergerak di produksi bathtub mewah.
Kombinasi pengalaman akademik dan praktik bisnis tersebut menurutnya penting untuk menghadapi persaingan di pasar global.
Dari Jogja, semangat wirausaha seperti ini diharapkan terus tumbuh, mendorong lebih banyak generasi muda berani membangun usaha dan membawa produk Indonesia bersaing di tingkat internasional.(Oi)














