Scroll untuk baca artikel
FavoriteOlahraga

Fokus All England 2026, Putri KW Siap Tempur di Birmingham

×

Fokus All England 2026, Putri KW Siap Tempur di Birmingham

Sebarkan artikel ini

Dari adaptasi di Milton Keynes, harapan Indonesia beralih ke panggung bulutangkis tertua dunia.

Tim Indonesia fokus ke All England 2026 di Birmingham usai adaptasi di Milton Keynes. Putri KW dan ganda putri bidik performa maksimal. foto: Dok Pbsi.id

All England, VoiceJogja.com – Langit Inggris yang dingin tak lagi terasa asing bagi tim bulutangkis Indonesia. Setelah tiga hari beradaptasi di Milton Keynes, fokus kini mengarah ke Birmingham, tuan rumah All England 2026 yang akan bergulir pada 3–8 Maret.

All England bukan sekadar turnamen. Bagi publik Indonesia yang tumbuh bersama tradisi bulutangkis, setiap langkah atlet di ajang ini selalu memantik harapan, tentang konsistensi, mental, dan kebanggaan di panggung dunia.

Adaptasi Tuntas, Focus Lawan Pertama

Program aklimatisasi di Milton Keynes telah rampung. Latihan terakhir digelar di National Badminton Centre sebelum tim bertolak menuju Birmingham.

Andalan tunggal putri, Putri Kusuma Wardani, memastikan kondisi tim dalam keadaan baik. Ia menyebut proses penyesuaian berjalan lancar setelah sempat beradaptasi di hari-hari awal.

“Sejauh ini alhamdulillah tidak ada kendala apapun, semua sehat. Sama seperti di Eropa pada umumnya, mungkin hari-hari awal-awal kemarin saja yang masih agak-agak penyesuaian tapi dari kemarin sampai hari ini sudah cukup baik,” kata Putri.

Latihan kini lebih terfokus pada strategi menghadapi lawan babak pertama. Putri dijadwalkan bertemu wakil Denmark, Mia Blichfeldt, di babak 32 besar.

“Selama di sini, latihannya lebih ke cara bermain karena sudah tahu lawannya siapa di babak pertama. Jadi pelatih lebih ke antisipasi-antisipasi dari kebagusan lawan dan apa yang harus dilakukan,” ujarnya.

Meski bukan pengalaman pertama tampil di All England, Putri mengaku tetap antusias. Namun ia memilih menjaga fokus dan kestabilan mental.

“Sangat excited yang pasti bisa ke All England lagi tapi tidak boleh terlalu berlebihan juga karena nggak baik. Jadi sejauh ini saya lebih menjaga pikiran dan moodnya, buat senyaman mungkin. Lalu fokus belajar juga dari kebagusan dan kelemahan lawan,” tuturnya.

Ganda Putri Bidik Performa Maksimal

Di sektor ganda putri, persiapan disebut berjalan sesuai rencana. Pelatih Karel Mainaky menilai anak asuhnya mampu menjalankan pola latihan yang dirancang dalam beberapa hari terakhir.

“Untuk kami di latihan beberapa hari ini, sampai di terakhir ada beberapa pola yang saya ingin lakukan dan itu bisa dilakukan di dua hari terakhir ini. Kondisi anak-anak juga ok, adaptasi cukup baik. Jam tidur dan aktivitas seperti biasa, normal,” kata Karel.

Ia berharap performa optimal bisa menghasilkan kejutan positif di All England 2026.

Tiga pasangan diturunkan di sektor ini: Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, serta Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi.

Berdasarkan hasil undian, Rachel/Febi akan menghadapi unggulan ketiga asal China, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian. Ana/Trias bertemu wakil Ukraina Polina Buhrova/Yevheniia Kantemyr, sedangkan Fadia/Tiwi menghadapi Hsu Ya Ching/Sung Yu-Hsuan.

All England dan harapan Konsistensi

All England 2026 menjadi panggung penting untuk menguji kesiapan teknik sekaligus ketahanan mental. Turnamen bulutangkis tertua ini selalu menghadirkan tekanan berbeda, sekaligus peluang membangun momentum musim kompetisi.

Bagi Indonesia, ajang ini bukan hanya soal hasil, melainkan konsistensi dan arah pembinaan. Adaptasi yang tuntas di Milton Keynes menjadi fondasi awal sebelum memasuki arena Birmingham.

Di tengah atmosfer kompetisi Eropa, publik Tanah Air kembali menaruh harap pada raket-raket terbaiknya. All England selalu menyimpan cerita. Tahun ini, cerita itu kembali dimulai dari Birmingham.(Oi)

Sumber: Pbsi.id