Scroll untuk baca artikel
DaerahFavoriteLifestylePemerintah

DLH Bantul Canangkan Gerakan Jumat Bersih di HPSN 2026

×

DLH Bantul Canangkan Gerakan Jumat Bersih di HPSN 2026

Sebarkan artikel ini

Kolaborasi warga Donotirto jadi penguat budaya pilah sampah dari rumah

DLH Bantul canangkan Gerakan Jumat Bersih saat HPSN 2026 di Donotirto, memperkuat budaya pilah sampah dan pengelolaan terintegrasi. foto: Dok Bantulkab.go.id

Bantul, VoiceJogja.com – Pagi di Kalurahan Donotirto, Kretek, terasa berbeda. Warga, pelajar, hingga aparat berkumpul dengan satu pesan yang sama: menjaga Bantul tetap resik bukan tugas segelintir orang, melainkan gerakan bersama.

Momentum Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 dimanfaatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul untuk mencanangkan Gerakan Jumat Bersih. Tema yang diusung, “Kolaborasi untuk Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik dan Indah)”, menjadi penegas arah bahwa pengelolaan sampah adalah soal masa depan lingkungan dan kualitas hidup warga.

Donotirto jadi titik awal gerakan

Kegiatan yang digelar Jumat (13/02/2026) itu menghadirkan unsur Forkompimda, ASN, TNI, POLRI, TP PKK, perangkat kalurahan, pelajar, serta masyarakat. Kebersamaan lintas unsur ini menjadi gambaran bahwa pengelolaan sampah tak bisa berjalan tanpa gotong royong.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam membangun budaya peduli lingkungan. HPSN disebutnya sebagai momentum untuk memperkuat kesadaran publik terhadap pengelolaan sampah terintegrasi, dari pemilahan di rumah hingga proses pengolahan dan daur ulang.

“Dalam menyambut HPSN 2026, berbagai langkah telah dilakukan, antara lain penerbitan surat edaran tentang Gerakan Pilah Sampah dari Rumah dan Gerakan Pengolahan Sampah Organik di Rumah, kewajiban penyediaan biopori bagi ASN dan pamong, kerja bakti massal, serta monitoring pengelolaan sampah di 75 kalurahan secara daring oleh TP PKK Kabupaten Bantul.

Selain itu, dilaksanakan edukasi pembuatan ecobrik oleh 145 siswa KB/TK Al Islam Lembaga Manding serta penyerahan tong sampah dan 900 biopori kepada sekolah dan masyarakat,” jelasnya.

Dari Rumah Ke Kalurahan, Sistem terintegrasi

Gerakan Pilah Sampah dari Rumah dan pengolahan sampah organik menjadi fondasi perubahan perilaku. Dengan melibatkan 75 kalurahan melalui monitoring daring TP PKK, DLH Bantul menegaskan bahwa tata kelola sampah bukan lagi sporadis, melainkan sistematis dan berkelanjutan.

Edukasi ecobrik kepada 145 siswa KB/TK Al Islam Lembaga Manding menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan mulai ditanamkan sejak dini. Anak-anak tidak hanya belajar mengenali sampah, tetapi juga memahami bahwa plastik bisa diolah kembali menjadi barang bernilai.

Penyerahan tong sampah dan 900 biopori kepada sekolah dan masyarakat menambah infrastruktur pendukung. Biopori, selain membantu pengelolaan sampah organik, juga memperbaiki daya resap tanah, sebuah langkah kecil yang berdampak pada ketahanan lingkungan Bantul.

Jumat bersih, Budaya yang dikuatkan.

Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan launching Gerakan Jumat Bersih serta penyerahan uang pembinaan hasil Monitoring dan Evaluasi Kalurahan Pengelola Sampah Mandiri Tahun 2026 dari Kapanewon Kretek.

Gerakan Jumat Bersih bukan sekadar agenda seremonial mingguan. Ia dirancang menjadi penguat budaya kolektif agar kebersihan menjadi kebiasaan, bukan hanya kegiatan insidental saat peringatan hari besar.

Bagi Bantul, HPSN 2026 adalah pengingat bahwa persoalan sampah menyentuh kesehatan, kenyamanan, hingga martabat ruang hidup. Ketika rumah tangga mulai memilah, kalurahan mengelola, dan pemerintah memfasilitasi, maka ekosistem kebersihan perlahan terbentuk.

Bantul sedang menata masa depannya, dimulai dari langkah sederhana setiap Jumat pagi.

sumber: Bantulkab.go.id