Scroll untuk baca artikel
Berita UnggulanFavoriteOlahragaPeristiwa

Debut ASEAN Para Games, Taufik Abdul Karim Persembahkan Dua Emas dan Pecahkan Rekor

×

Debut ASEAN Para Games, Taufik Abdul Karim Persembahkan Dua Emas dan Pecahkan Rekor

Sebarkan artikel ini
Debut di ASEAN Para Games 2025 Thailand, Taufik Abdul Karim raih dua emas para atletik dan pecahkan rekor, berkat kolaborasi solid dan dukungan keluarga. foto: Andre/kemenpora.go.id

Nakhon Ratchasima, VoiceJogja.com – Dari lintasan atletik di Thailand, nama Taufik Abdul Karim mengalir pelan tapi pasti ke perhatian publik Asia Tenggara. Atlet asal Wonogiri ini menandai debutnya di ASEAN Para Games 2025 dengan dua medali emas—sebuah awal yang matang, tanpa hiruk-pikuk, namun sarat makna tentang ketekunan dan kepercayaan diri.

Sorak sorai di 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, bukan sekadar perayaan kemenangan. Di sana, Taufik Abdul Karim menuntaskan dua nomor para atletik dengan hasil terbaik: emas di nomor Men’s 100 meter T11 dan Men’s 200 meter T11. Capaian itu terasa istimewa karena diraih pada penampilan perdananya di ajang ASEAN Para Games.

Bagi Taufik, lintasan bukan hanya soal kecepatan, melainkan juga tentang adaptasi dan kebersamaan. Ia turun bersama Guntur, guide runner yang baru pertama kali dipasangkan dengannya di ajang ini. Kolaborasi yang relatif singkat itu justru berbuah prestasi, bahkan melampaui catatan sebelumnya.

Guntur mengungkapkan bahwa hasil di nomor 100 meter dan 200 meter tak hanya berujung emas, tetapi juga memecahkan rekor ASEAN Para Games. Catatan waktu 23,53 detik di nomor 200 meter menjadi penanda bahwa duet baru ini langsung menemukan ritmenya, tenang, fokus, dan presisi.

Di balik capaian itu, Taufik tak lupa menyebut peran keluarga. Medali emas yang diraihnya dipersembahkan untuk istri dan anak-anaknya, juga untuk orang tua dan para sahabat yang setia memberi dukungan. Doa dan kepercayaan dari lingkar terdekat menjadi energi yang mengiringinya melaju di lintasan.

Kisah Taufik mencerminkan wajah olahraga difabel yang kian matang: prestasi lahir dari proses, bukan sensasi. Dari Wonogiri hingga Thailand, langkahnya membawa pesan bahwa kesempatan yang dirawat dengan disiplin dapat berbuah capaian besar, dan bahwa debut, bila dijalani dengan tenang, bisa menjadi fondasi yang kokoh untuk perjalanan berikutnya.

sumber: Kemenpora