Gunungkidul, VoiceJogja.com – Di tengah lantunan pengajian Ahad pagi di Tepus, pesan yang mengalir tak berhenti di ruang batin. Dari mimbar sederhana, warga pesisir Gunungkidul diajak menata masa depan ekonomi, menyatukan nilai keimanan, kemandirian, dan keberlanjutan hidup bersama.
Suasana khidmat menyelimuti kegiatan Pengajian Ahad Pagi (PAP) yang digelar di SMK Muhammadiyah Tepus, Kapanewon Tepus. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, hadir menyapa jamaah sekaligus menyampaikan pandangan tentang pentingnya penguatan nilai spiritual yang berjalan seiring dengan pembangunan sosial dan ekonomi warga.
Ia mengapresiasi konsistensi Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tanjungsari dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tepus dalam menyelenggarakan pengajian rutin yang dinilai menjadi ruang pertemuan nilai keagamaan dan kebersamaan sosial.
Pengajian, menurutnya, tidak hanya menjadi sarana peningkatan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga mempererat silaturahmi serta menjaga kerukunan masyarakat di wilayah Tepus dan Tanjungsari. Dari ruang-ruang seperti inilah, fondasi sosial yang kuat tumbuh dan menopang kehidupan bersama.
Di hadapan jamaah, Joko Parwoto juga menyoroti tantangan ekonomi masyarakat Gunungkidul, khususnya di wilayah selatan. Ia mendorong warga untuk mulai menggeser pola pertanian musiman menuju pengembangan komoditas jangka panjang yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, seperti kelapa, nangka, dan kakao.
Penguatan komoditas lokal tersebut dipandang penting untuk menopang perkembangan pariwisata pesisir Gunungkidul yang terus tumbuh. Kemandirian ekonomi berbasis potensi wilayah dinilai menjadi kunci agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut merasakan manfaat pembangunan.
Selain sektor ekonomi, perhatian juga diarahkan pada pentingnya pendidikan tinggi sebagai investasi masa depan generasi muda. Pemerintah daerah, kata Joko Parwoto, memandang Muhammadiyah sebagai mitra strategis dalam membangun karakter bangsa melalui penguatan akhlak dan kepemimpinan umat.
Sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan diharapkan mampu melahirkan masyarakat yang rukun, terdidik, dan bermartabat, masyarakat yang kuat secara spiritual sekaligus tangguh dalam menghadapi perubahan zaman.
Ia pun mengajak para jamaah untuk menjadikan pengajian sebagai momentum menimba ilmu dan memperkuat nilai-nilai kehidupan bermasyarakat, seraya berharap setiap langkah menuju majelis ilmu membawa keberkahan bersama.
Rangkaian Pengajian Ahad Pagi tersebut dilengkapi dengan tausiyah dari Ustaz Adi Hariyanto yang menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada para jamaah, menutup pertemuan dengan refleksi spiritual yang meneduhkan.
sumber: Gunungkidulkab.go.id














