Pleret, VoiceJogja.com – Pendopo Kalurahan Pleret pagi itu tidak hanya dipenuhi kursi dan laporan keuangan. Di ruang terbuka itulah para guru berkumpul membawa sesuatu yang lebih mendasar: rasa percaya. Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Guru Pleret menjadi momen meneguhkan kebersamaan, di tengah profesi pendidik yang terus berhadapan dengan tantangan ekonomi dan tuntutan zaman.
Koperasi Guru Pleret menggelar RAT Tutup Buku Tahun Buku 2025 pada Sabtu, 24 Januari 2026. Forum ini menandai keterbukaan pengelolaan koperasi, sekaligus menjadi ruang evaluasi dan penguatan tata kelola untuk perjalanan ke depan.
Ketua Koperasi Guru Pleret, Sri Gandini, S.Pd.AUD, menegaskan bahwa koperasi ini tumbuh dari prinsip kesukarelaan. Keanggotaan tidak dibangun melalui paksaan, melainkan lewat kepercayaan dan manfaat yang dirasakan bersama. Ajakan bergabung terus dibuka, khususnya bagi guru Aparatur Sipil Negara (baik PNS maupun P3K) di wilayah Pleret dan Banguntapan.
“Bagi kami, koperasi bukan sekadar administrasi,” ujar Sri Gandini. “Ia adalah ruang saling menguatkan di antara pendidik.”
Hingga akhir Desember 2025, koperasi ini mencatat 380 anggota aktif. Angka tersebut mencerminkan tingkat partisipasi yang stabil, sekaligus menjadi indikator kepercayaan yang terjaga di tengah dinamika profesi guru.

Dari sisi kinerja, laporan keuangan menunjukkan kondisi koperasi yang sehat. Sisa Hasil Usaha (SHU) tercatat sebesar Rp53.824.399 sebelum pajak, sementara Unit Simpan Pinjam dikelola dengan jasa anggota sebesar 3 persen. Rasio keuangan, baik Current Ratio maupun Quick Ratio, berada di angka 5,90 persen, menunjukkan kemampuan koperasi menjaga likuiditas dan stabilitasnya.
RAT ini juga menjadi penanda regenerasi pengawas koperasi untuk masa bakti 2026–2030. Pembaruan tersebut dipandang penting untuk menjaga akuntabilitas dan profesionalisme pengawasan internal, seiring berjalannya kepengurusan yang kini dipimpin oleh Sri Gandini, S.Pd.AUD sebagai Ketua dan Suti Maryani, M.Pd sebagai Sekretaris.
Menjelang penutupan, pembagian SHU kepada anggota menjadi momen yang paling ditunggu. Bukan semata nilai rupiahnya, tetapi makna di baliknya, bahwa kehadiran koperasi benar-benar kembali kepada anggotanya, dan kebersamaan yang dirawat menghasilkan manfaat nyata.
Di tengah perubahan ekonomi dan tantangan profesi pendidik, Koperasi Guru Pleret menunjukkan bahwa model ekonomi berbasis gotong royong masih relevan. Dari pendopo desa, para guru merawat kepercayaan, menumbuhkan kemandirian, dan menjaga solidaritas sebagai bekal menghadapi masa depan.














