Scroll untuk baca artikel
DaerahFavoriteKuliner

Dapur SPPG Bantul Perketat Higienitas Dukung MBG

×

Dapur SPPG Bantul Perketat Higienitas Dukung MBG

Sebarkan artikel ini

Langkah rutin ini jadi fondasi keamanan pangan ribuan siswa Kasihan.

Dapur SPPG Pawon Roso Bantul rutin general cleaning demi dukung program Makan Bergizi Gratis dan jaga keamanan pangan ribuan siswa Kasihan. Foto: Istimewa

Kasihan, Bantul, VoiceJogja.com – Aroma sabun pembersih dan suara sikat yang menggesek lantai dapur mengisi ruang Pawon Roso di Kalibayem, Kasihan, Bantul, Sabtu (14/2). Di balik aktivitas itu, ada tanggung jawab besar: memastikan setiap porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sampai ke tangan siswa benar-benar aman dan layak konsumsi.

Bagi ribuan anak sekolah di Kasihan, kualitas makanan bukan sekadar soal rasa. Standar higienitas dapur menjadi penentu kesehatan, konsentrasi belajar, hingga masa depan generasi Jogja yang lebih kuat.

Distribusi Masif Untuk Ribuan Siswa Kasihan

Perwakilan CV Cahaya Langit, Mas Saifudin, menyampaikan bahwa implementasi program MBG pada 2026 terus digenjot mengikuti target Badan Gizi Nasional (BGN). Kecamatan Kasihan menjadi salah satu titik fokus dengan sasaran sekitar 19.000 hingga 21.000 siswa.

Untuk menjangkau jumlah tersebut, terdapat sekitar 12 hingga 13 dapur di wilayah Kasihan. Setiap dapur memproduksi 1.500 hingga 2.000 porsi per hari agar kualitas makanan tetap terjaga.

Foto: Istimewa

“Pemerintah mengatur agar kapasitas produksi tidak berlebihan, sehingga mutu dan keamanan pangan tetap terkontrol,” ujar Saifudin.

Skema ini membuat distribusi makanan bergizi di Bantul berjalan terstruktur, sekaligus memberi ruang pengawasan yang lebih ketat pada setiap dapur SPPG.

General Cleaning Rutin Setiap Pekan

Di Dapur SPPG Pawon Roso, standar kebersihan dijalankan secara disiplin. Setiap Sabtu dilakukan general cleaning menyeluruh, mencakup lantai, dinding, hingga seluruh peralatan memasak.

Tenaga ahli kebersihan, Sugiarto, menjelaskan bahwa proses ini menggunakan cairan pembersih khusus dan penyikatan detail untuk memastikan tidak ada kuman tertinggal sebelum dapur kembali beroperasi pada Senin.

“Setiap hari Sabtu kami rutin melakukan pembersihan total. Kami menggunakan detergen khusus dan memastikan area benar-benar steril sebelum digunakan kembali,” jelasnya.

Ia menambahkan, fasilitas dapur saat ini telah memenuhi standar kelayakan yang baik untuk memproduksi makanan sehat dalam jumlah besar.

Mitigasi Resiko Demi Keamanan Pangan

Langkah pembersihan rutin ini menjadi bentuk mitigasi risiko kontaminasi bakteri yang berpotensi memicu keracunan makanan. Sisa makanan atau tumpahan minyak yang tidak tertangani dapat menjadi sumber masalah kesehatan.

Foto: Istimewa

Saifudin menegaskan, menjaga higienitas dapur adalah dukungan nyata agar program MBG berjalan maksimal tanpa hambatan.

“Kita antisipasi sejak dini agar tidak terjadi hal-hal fatal. Harapannya, dapur ini menjadi percontohan dan program MBG di Bantul terus berjalan lancar demi masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

Bagi Bantul dan Yogyakarta secara umum, ketatnya standar kebersihan di dapur SPPG bukan sekadar rutinitas teknis. Ini adalah investasi kepercayaan publik, bahwa program Makan Bergizi Gratis benar-benar berpihak pada kesehatan anak dan keberlanjutan generasi masa depan Jogja.