SLEMAN, voicejogja.com – Kalurahan Condongcatur merupakan salah satu wilayah strategis yang berada di Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Posisi geografisnya yang sangat dekat dengan pusat Kota Yogyakarta menjadikan Condongcatur dikenal sebagai “Desa Rasa Kota”, sebuah kawasan yang memadukan nuansa pedesaan dengan dinamika kehidupan perkotaan.
Secara geografis, Condongcatur memiliki luas wilayah sekitar 950 hektare dengan kondisi topografi dataran rendah dan dilalui jalur strategis Ring Road Utara. Letak ini menjadikannya sebagai pusat mobilitas, ekonomi, pendidikan, hingga kawasan hunian yang berkembang pesat di Sleman. Tidak heran jika wilayah ini menjadi bagian penting dari kawasan aglomerasi perkotaan Yogyakarta yang tumbuh sebagai kawasan urban penyangga.
Kekuatan wilayah Condongcatur juga terlihat dari struktur sosial kemasyarakatannya yang besar dan tertata. Kalurahan Condongcatur terdiri dari 212 RT dan 64 RW yang tersebar di 18 padukuhan. Jumlah ini menunjukkan bahwa Condongcatur bukan hanya wilayah dengan perkembangan fisik dan ekonomi yang pesat, tetapi juga memiliki jaringan kemasyarakatan yang kuat hingga tingkat paling bawah.
Keberadaan RT, RW, dan padukuhan menjadi ujung tombak pelayanan publik, gotong royong, serta penguatan nilai “Guyub Rukun Kerta Raharja” di tengah masyarakat.
Sejarah Panjang dan Jati Diri
Kalurahan Condongcatur memiliki sejarah kuat yang berakar sejak tahun 1946. Wilayah ini terbentuk dari penggabungan empat kalurahan lama, yakni Manukan, Gejayan, Gorongan, dan Kentungan, yang kemudian disatukan menjadi satu entitas bernama Condongcatur. Semangat “nyawiji” atau persatuan tersebut hingga kini menjadi fondasi dalam kehidupan sosial masyarakatnya.
Desa Modern dengan Jiwa Kebersamaan
Sebagai bagian dari wilayah Depok yang dikenal sebagai kawasan dengan jumlah penduduk tinggi dan aktivitas ekonomi yang dinamis, Condongcatur berkembang menjadi kawasan modern yang tidak kehilangan nilai-nilai lokalnya. Kawasan ini juga dikenal dengan pusat kuliner, UMKM, dan aktivitas ekonomi kreatif yang hidup dan berkembang.
Di tengah perkembangan tersebut, masyarakat Condongcatur tetap memegang teguh prinsip hidup “Guyub Rukun Kerta Raharja” yang mencerminkan kebersamaan, keharmonisan, serta cita-cita menuju kesejahteraan bersama.
Desa Rasa Kota yang Inspiratif
Perpaduan antara infrastruktur modern, aksesibilitas tinggi, serta kehidupan sosial yang harmonis menjadikan Condongcatur sebagai contoh nyata desa yang mampu bertransformasi tanpa meninggalkan jati dirinya. Dari kawasan pemukiman, pusat pendidikan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat, semuanya tumbuh berdampingan secara seimbang.
Dengan segala potensi dan karakteristiknya, Condongcatur tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga ruang hidup yang inspiratir, desa dengan rasa kota, namun tetap berjiwa desa. (Wasana)
Editor : Mukhlisin Mustofa/Red














