Scroll untuk baca artikel
DaerahFavoritePemerintah

Buka Puasa di Lapas Wonosari, Pesan Harapan untuk Warga Binaan

×

Buka Puasa di Lapas Wonosari, Pesan Harapan untuk Warga Binaan

Sebarkan artikel ini

Ramadan di Gunungkidul diteguhkan sebagai ruang kemanusiaan dan pembinaan.

Bupati Gunungkidul gelar buka puasa di Lapas Wonosari. Momentum Ramadan hadirkan pesan pembinaan dan harapan baru bagi warga binaan. Foto: Dok Gunungkidulkab.go.id

Gunungkidul, VoiceJogja.com – Sore Ramadan di Lapas Kelas IIB Wonosari terasa berbeda. Di balik tembok tinggi, suasana hangat buka puasa menyatukan warga binaan, petugas, dan jajaran pimpinan daerah dalam satu meja kebersamaan.

Momentum ini bukan sekadar agenda seremonial. Bagi warga binaan, kehadiran Bupati Gunungkidul dan Forkopimda menghadirkan pesan bahwa pembinaan adalah jalan pulang menuju kehidupan yang lebih bermartabat.

Delapan Tahun Menjaga Tradisi Kemanusiaan

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyampaikan bahwa buka puasa bersama di Lapas Wonosari telah menjadi agenda rutin selama delapan tahun terakhir.

Ia menegaskan lembaga pemasyarakatan bukan hanya bangunan dengan tembok pembatas, melainkan “rumah kedua” dan “universitas kehidupan” bagi warga binaan untuk memperbaiki diri.

“Mari kita jadikan momen buka bersama ini sebagai simbol bahwa kita semua adalah keluarga besar. Tidak ada sekat antara pejabat dan masyarakat, antara petugas dan warga binaan,” ujarnya.

Pesan tersebut menguatkan makna Ramadan sebagai waktu refleksi, sekaligus kesempatan menyempurnakan mental dan spiritual agar kelak kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.

Remisi dan Harapan Idulfitri

Kepala Lapas Kelas IIB Wonosari, Renharet Ginting, melaporkan kondisi lapas dalam keadaan aman dan kegiatan ibadah Ramadan berjalan baik.

Ia juga menyampaikan kabar mengenai pemberian remisi bagi warga binaan beragama Islam dengan pengurangan masa tahanan antara 16 hingga 30 hari.

“Bahkan, beberapa warga binaan dipastikan akan langsung bebas pada hari raya Idulfitri mendatang,” ungkapnya.

Bagi keluarga yang menanti di rumah, kabar ini menjadi harapan baru. Remisi bukan sekadar pengurangan masa tahanan, tetapi bentuk apresiasi atas proses pembinaan yang dijalani.

Foto: Dok Gunungkidulkab.go.id

Gunungkidul dan Wajah Keadilan Humanis

Acara buka puasa di Lapas Wonosari diisi pembacaan ayat suci Al-Quran, penyerahan cendera mata, hingga tausiah. Hadir pula perwakilan DPRD Gunungkidul, pimpinan OPD, Baznas, serta kepala lapas perempuan dan anak.

Kehadiran lintas unsur ini memperlihatkan komitmen membangun Gunungkidul yang berkeadilan dan humanis.

Di tengah dinamika sosial, pembinaan warga binaan adalah bagian dari tanggung jawab bersama. Gunungkidul memilih melihat mereka bukan dari kesalahan masa lalu, melainkan dari peluang untuk bangkit.

Ramadan di Lapas Wonosari mengingatkan bahwa harapan selalu punya tempat. Dan di kota ini, kemanusiaan tetap menjadi fondasi dalam merawat masa depan.(Oi)

Sumber: Gunungkidulkab.go.id