Yogyakarta, Voicejogja.com – Di tengah padatnya aktivitas industri kreatif Jogja, momen berkumpul sering kali menjadi kemewahan tersendiri. Suasana hangat terasa di kawasan Malioboro saat para pelaku kreatif duduk bersama, berbagi cerita dan rencana.
Belajar produk digital bagi pemula
Melalui agenda buka bersama Diva Management Yogyakarta, kebersamaan tidak hanya dirayakan, tetapi juga dijaga sebagai fondasi perjalanan panjang di dunia seni peran.
Silaturahmi yang Menjaga Arah
Kegiatan buka bersama yang digelar di Regantris Malioboro Yogyakarta menjadi ruang temu bagi anggota dan keluarga besar Diva Management.
Pimpinan Diva Management, Riri Moon Moon, menyebut agenda ini sebagai momen penting untuk menjaga hubungan yang sudah terbangun.
“Buka bersama juga jadi ajang sharing dan introspeksi,” ujarnya.
Selain mempererat silaturahmi, forum ini dimanfaatkan untuk mengevaluasi program dan merancang langkah ke depan.

Malioboro dan Energy kreatif Jogja
Pemilihan lokasi di jantung kota bukan tanpa pertimbangan.
Menurut Riri, kawasan Malioboro memberi kemudahan akses sekaligus menghadirkan atmosfer yang mendukung percakapan yang lebih dekat dan terbuka.
Lingkungan yang dinamis ini mencerminkan wajah Jogja sebagai kota yang terus hidup dengan kreativitas.
Di ruang seperti inilah, ide-ide tumbuh dan kolaborasi menemukan bentuknya.
Hangat di Tengah Kesibukan
Sejumlah anggota hadir, di antaranya Bagaskara Manjer Kawuryan, Alya Kusuma Pratisari, Andi Irawan, Skyrania Iris, hingga Princesza Leticia.
Meski tidak semua bisa berkumpul, suasana kekeluargaan tetap terasa.
“Senang bisa kumpul-kumpul lagi. Pertemanan jadi tambah hangat,” kata Bagaskara.
Bagi komunitas kreatif, momen seperti ini menjadi pengingat bahwa relasi manusia tetap menjadi inti dari setiap proses berkarya.
Menyiapkan Talenta dari Jogja
Diva Management juga terus membuka ruang bagi talenta baru melalui program Class Acting.
Program ini dirancang untuk membangun teknik, kepercayaan diri, hingga kesiapan profesional di depan kamera.
Sejumlah peserta bahkan telah terlibat dalam berbagai proyek film, sinetron, dan iklan nasional.
Langkah ini memperlihatkan bagaimana Jogja tidak hanya melahirkan ide, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia untuk industri kreatif.

Konsistensi dan Jejak Profesional
Perjalanan Diva Management sejak 2015 tidak lepas dari pengalaman Riri Moon Moon di industri hiburan.
Ia tercatat terlibat dalam puluhan produksi, mulai dari film, FTV, sinetron hingga webseries.
Beberapa di antaranya termasuk keterlibatan dalam webseries populer Lara Ati 2 serta produksi video klip musik.
Pengalaman tersebut menjadi fondasi dalam membangun manajemen yang adaptif dan berkelanjutan.
Jogja dan Masa Depan Industri Kreatif
Bagi Jogja, kegiatan seperti buka bersama Diva Management Yogyakarta bukan sekadar pertemuan komunitas.
Ia menjadi bagian dari ekosistem yang menjaga keberlanjutan industri kreatif lokal.
Dari ruang-ruang sederhana yang hangat, lahir gagasan, peluang, dan harapan baru.
Jogja sekali lagi menunjukkan bahwa kekuatan kota ini tidak hanya pada karya, tetapi pada cara merawat manusia di baliknya.(Oi)














