Scroll untuk baca artikel
DaerahFavoriteLifestylePeristiwa

BPI Jogja Jaga Silaturahmi di Tengah Hujan

×

BPI Jogja Jaga Silaturahmi di Tengah Hujan

Sebarkan artikel ini

Buka bersama jadi ruang merawat kebersamaan komunitas.

BPI Jogja gelar buka bersama dan halal bihalal di tengah hujan, perkuat silaturahmi komunitas backpacker Yogyakarta. foto: Istimewa

Yogyakarta, VoiceJogja.com – Hujan turun deras di kawasan Jalan Bener, Sabtu petang itu. Namun di sebuah warung ikan bakar, tawa dan cerita perjalanan justru menghangatkan suasana.

Sekitar 40 anggota Backpacker Indonesia (BPI) regional Yogyakarta berkumpul dalam agenda “Buka Puasa Bersama: Ramadhan Ceria” yang dirangkai dengan Halal Bihalal. Di tengah Ramadan, silaturahmi terasa lebih dari sekadar pertemuan.

Dari Hobi Jelajah Jadi Persaudaraan

Pertemuan yang dimulai pukul 17.00 WIB tersebut digelar di Warung Ikan Bakar Ikan Karang. Hidangan ikan bakar dan sate menjadi teman berbagi kisah tentang gunung, laut, tebing, hingga gua yang pernah dijelajahi bersama.

Bopo, salah satu anggota BPI Jogja yang diminta menyampaikan ringkasan kegiatan, mengisahkan awal mula komunitas ini terbentuk.

“Awal mulanya dari kesukaan yang sama, minat yang sama dalam camping, jalan-jalan, dan mengeksplor wisata di Jogja yang memang tidak ada habisnya. Mau gunung, laut, tebing, sampai gua, semua ada di sini,” ujarnya.

Menurutnya, kekuatan BPI Jogja terletak pada kesamaan minat dan rasa saling memiliki.

Saru Rasa Sama Rata

Meski struktur pusat berada di Jakarta, operasional di daerah dikelola secara mandiri oleh admin regional. Sistem pendanaan kegiatan pun fleksibel.

Walau memiliki kas komunitas, banyak agenda dilakukan dengan pola sharing cost agar beban terasa ringan dan kebersamaan tetap terjaga.

Bagi komunitas ini, prinsip “satu rasa sama rata” bukan sekadar slogan. Ia menjadi fondasi ketika susah dan senang dijalani bersama.

Foto: Istimewa

Terbuka untuk Siapa Saja

BPI Jogja juga membuka ruang bagi para solo backpacker yang ingin menemukan teman perjalanan. Tidak ada aturan kaku untuk bergabung.

“Siapa saja boleh bergabung. Intinya kita menjalin silaturahmi dan mencari saudara. Kita merasakan satu rasa sama rata, susah senang bareng-bareng,” kata Bopo.

Peserta yang hadir datang dari berbagai wilayah, mulai dari Kulon Progo, Solo, Klaten, hingga Salatiga. Jogja menjadi titik temu, sekaligus ruang tumbuhnya jejaring pertemanan lintas kota.

Menjaga Komunitas. Menjaga Jogja

Di akhir acara, Bopo menyampaikan harapan agar kekompakan tetap terjaga.

“Pesan buat teman-teman, tetap jaga silaturahmi jangan sampai pecah. Di usia seperti kita ini, yang dicari cuma senang-senang saja. Semoga silaturahmi ini terjaga sampai kapanpun,” tutupnya.

Setelah agenda di Jalan Bener, BPI Jogja berencana kembali menggelar “Camping Ceria” dalam waktu dekat, melanjutkan semangat kegiatan serupa di Kali Talang pada Oktober lalu.

Bagi Jogja, komunitas seperti BPI bukan sekadar kumpulan pejalan. Ia adalah bagian dari denyut kota yang hidup dari jejaring, kebersamaan, dan kecintaan pada alamnya. Di situlah nilai silaturahmi menemukan maknanya, sederhana, namun menguatkan.(Oi)