Imogiri, VoiceJogja.com – Di sebuah gedung sederhana di Karangtalun, Imogiri, lansia berkumpul bukan hanya untuk diperiksa kesehatannya, tetapi untuk terus belajar menjaga kualitas hidup. Sekolah Lansia GINASTEL menghadirkan ruang aman agar warga senior Jogja tetap sehat, mandiri, dan berdaya di usia senja.
Semangat hidup sehat di usia lanjut tampak kuat di Gedung Mini Sareyan, Karangtalun, Imogiri. Sekitar 60 lansia dan anggota Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) mengikuti agenda rutin Sekolah Lansia GINASTEL yang kali ini terasa lebih istimewa melalui kolaborasi layanan kesehatan menyeluruh.
Bagi para peserta, kegiatan ini bukan sekadar pertemuan rutin. Kolaborasi dengan Pramita Laboratorium membuka akses pemeriksaan darah lengkap dan urine tanpa biaya. Layanan kesehatan yang nilainya mencapai Rp700.000 per orang tersebut menjadi langkah konkret untuk membantu lansia memantau kondisi tubuh secara menyeluruh, sebuah hal yang kerap sulit dijangkau secara mandiri.

Dukungan juga datang dari Tim Kesehatan Puskesmas Imogiri 1. Pemeriksaan Kesehatan Gratis digelar dengan cakupan skrining gula darah, kesehatan umum, serta kesehatan gigi dan mulut. Kehadiran layanan ini mempertegas pendekatan preventif yang menempatkan lansia sebagai subjek utama, bukan sekadar penerima layanan.
Di tengah rangkaian kegiatan, Founder GINASTEL, drg. Prasasti Bintarum, menyampaikan edukasi mengenai demensia dan hipoglikemia. Materi tersebut dirancang agar mudah dipahami, membantu lansia mengenali tanda awal gangguan kesehatan yang kerap luput disadari, sekaligus mendorong kemandirian dalam menjaga diri sebelum kondisi berkembang lebih serius.
Model pemberdayaan berbasis komunitas yang dijalankan GINASTEL rupanya menarik perhatian lintas negara. Sejumlah mahasiswa pascasarjana dari Malaysia hadir untuk melakukan studi banding, menyaksikan langsung bagaimana pendekatan kesehatan lansia dikelola secara partisipatif dan berkelanjutan di tingkat dusun.

Komitmen jangka panjang terhadap kesehatan warga juga ditandai dengan penyerahan seperangkat alat diagnostik gigi untuk Dusun Sareyan. Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Dukuh Sareyan, Sudarminah, yang menilai fasilitas ini akan memperkuat pemantauan kesehatan gigi dan mulut lansia secara lebih intensif.
Rangkaian acara ditutup dengan suasana hangat dan ceria. Games keseimbangan otak kanan-kiri serta senam otak mengajak para peserta bergerak dan tertawa bersama, sekaligus melatih konsentrasi dan daya ingat agar tetap tajam.
Melalui Sekolah Lansia GINASTEL, Karangtalun menunjukkan bahwa usia senja bukan akhir dari proses belajar. Di ruang-ruang komunitas seperti inilah, lansia Jogja didorong untuk tetap SMART (sehat, mandiri, aktif, dan produktif) serta menjalani masa tua dengan rasa bahagia dan bermartabat.














