Scroll untuk baca artikel
DaerahEkonomiFavoritePemerintah

Bazar Ramadhan Glagah Hidupkan UMKM Warungboto

×

Bazar Ramadhan Glagah Hidupkan UMKM Warungboto

Sebarkan artikel ini

Belanja dengan semangat berbagi di depan Masjid Nurul Huda.

Bazar Ramadhan Kampung Glagah di Warungboto hidupkan UMKM dan dorong warga belanja dengan semangat berbagi. foto: Dok Warta.jogjakota.go.id

Yogyakarta, VoiceJogja.com – Senja di depan Masjid Nurul Huda, Warungboto, terasa lebih ramai dari biasanya. Deretan stan kuliner berdiri rapi, warga saling menyapa, dan aroma pecel bercampur dengan aneka takjil kekinian.

Bazar Ramadhan Kampung Glagah kembali hadir bukan hanya sebagai ruang belanja, tetapi sebagai penggerak ekonomi warga Umbulharjo sekaligus penguat kepedulian sosial di Kota Yogyakarta.

Foto: Dok Warta.Jogjakota.go.id

Spirit Berbagi di Bulan Suci 

Bazar Ramadhan Kampung Glagah resmi dibuka pada Sabtu, 21 Februari 2026, dan akan berlangsung hingga 7 Maret 2026. Lokasinya kini berada di jalan besar, tepat di depan Masjid Nurul Huda, Kelurahan Warungboto.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyampaikan bahwa pasar Ramadan ini mampu menggeliatkan ekonomi masyarakat sekitar. Ia menekankan bahwa Ramadan bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga waktu untuk memperkuat kepedulian sosial.

“Adanya pasar Ramadan di depan Masjid Nurul Huda ini menurut saya bagus karena menggeliatkan ekonomi masyarakat. Semangatnya harus semangat memberi. Kalau bisa di bulan Ramadan ini belanjanya justru lebih banyak, karena spiritnya memberi kepada yang lemah,” ujarnya.

Ia bahkan mengajak warga membeli dagangan pelaku UMKM meski tidak sepenuhnya membutuhkan, lalu membagikannya kepada yang lain.

“Kalau mengaku beriman dan bertakwa, mestinya punya kepedulian sosial yang lebih baik. Seapik-apike wong itu kalau bermanfaat bagi orang lain. Inilah mengamalkan Rahmatan Lil ‘Alamin, kita harus memberi manfaat,” tegasnya.

Menggerakan Ekonomi Lokal

Tahun ini, jumlah peserta meningkat dari sekitar 30 stan menjadi 40 stan. Mayoritas pelaku usaha berasal dari Warungboto sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi lokal.

Ketua panitia, Rizqi Amalina, menjelaskan bahwa relokasi ke jalan besar dilakukan agar bazar lebih ramai dan mudah dijangkau.

“Tahun ini lokasinya kita pindahkan ke jalan besar, tepatnya di depan Masjid Nurul Huda. Tahun kemarin di jalan kampung di Glagahsari. Sengaja kita pindahkan supaya lebih ramai dan lebih eye-catching,” jelasnya.

Bagi pelaku UMKM, momentum ini penting. Sinta Novratilova, pemilik Warung Nishin, mengaku bersyukur dapat membuka stan.

“Alhamdulillah, setidaknya kita dikasih kegiatan sama Ramadan ini. Apalagi saya ibu rumah tangga. Biasanya cuma buka katering pas Ramadan, tapi kali ini dikasih kesempatan buat stan seperti ini,” ujarnya.

Ia menilai respons pengunjung cukup positif, terlebih dengan lokasi baru yang lebih terbuka.

Foto: Dok Warta.jogjakota.go.id

Lebih dari Sekedar Transaksi

Bazar Ramadhan Kampung Glagah bukan hanya ruang jual beli. Berbagai lomba digelar setiap akhir pekan, mulai dari tahfiz anak, kaligrafi, hingga pildacil.

Ruang ini menjadi area silaturahmi antarwarga, tempat mahasiswa, keluarga, dan pelaku usaha bertemu dalam suasana yang hangat.

Di tengah tantangan ketimpangan sosial di Kota Yogyakarta yang masih menjadi perhatian, ajakan untuk memperkuat kepedulian terasa relevan. Pasar Ramadan seperti ini menghadirkan gerakan kecil yang berdampak nyata bagi warga sekitar.

Ramadhan di Glagah memperlihatkan bahwa ekonomi dan empati dapat berjalan beriringan. Dari satu transaksi sederhana, tumbuh harapan bahwa Jogja terus menjaga tradisi gotong royong sebagai fondasi masa depannya.(Oi)

Sumber: warta.jogjakota.go.id