Scroll untuk baca artikel
DaerahEkonomiFavoritePemerintah

Bantuan Pangan Yogya Jangkau 25.828 Warga

×

Bantuan Pangan Yogya Jangkau 25.828 Warga

Sebarkan artikel ini

Beras dan minyak goreng menjaga daya tahan keluarga di tengah tekanan hidup

Bantuan pangan di Kota Yogyakarta jangkau 25.828 warga, distribusi beras dan minyak goreng jaga ketahanan keluarga. foto: Dok Warta.jogjakota.go.id

Yogyakarta, Voicejogja.com – Di banyak dapur warga Yogyakarta, beras dan minyak goreng bukan sekadar bahan pangan, tetapi penopang ketenangan sehari-hari. Saat harga dan kebutuhan terus bergerak, bantuan pangan menjadi napas yang menjaga ritme hidup tetap berjalan.

Program bantuan pangan di Kota Yogya kini menjangkau puluhan ribu warga, menghadirkan rasa cukup di tengah kebutuhan yang terus meningkat.

Distribusi Menyentuh Seluruh Kelurahan

Penyaluran bantuan pangan di Kota Yogyakarta hampir rampung, menyasar 25.828 penerima yang tersebar di 45 kelurahan.

Program ini merupakan bagian dari bantuan rutin pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional, dengan Perum Bulog sebagai penyedia komoditas.

Bantuan yang disalurkan berupa beras dan minyak goreng, didistribusikan secara bertahap hingga awal April 2026.

Foto: Dok Warta.jogjakota.go.id

Menjaga Ketahanan Pangan Warga

Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan untuk alokasi Februari dan Maret.

Dengan demikian, total bantuan yang diterima mencapai 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk setiap penerima.

Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Ashardini Eka Setianingsih, menjelaskan bahwa peran daerah difokuskan pada pemantauan kualitas dan pendampingan distribusi.

“Penyaluran bantuan pangan ini memang rutin. Kami dari daerah memiliki peran dalam pemantauan dan pengujian kualitas beras serta minyak goreng,” ujarnya.

Distribusi Tertib dan Tepat Sasaran

Proses distribusi melibatkan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) yang berkoordinasi dengan kemantren dan kelurahan.

Data penerima telah ditetapkan dari pusat secara by name by address, sehingga petugas di lapangan melakukan verifikasi langsung saat penyaluran.

“Syaratnya cukup membawa KTP dan KK saat pengambilan,” kata Ashardini, menegaskan proses berjalan tertib dan sesuai ketentuan.

Hingga saat ini, penyaluran berlangsung lancar tanpa kendala berarti, dengan ketersediaan logistik yang tetap terjaga.

Dampak Nyata bagi Kehidupan Sehari-hari

Bagi warga, bantuan ini terasa langsung dalam kehidupan sehari-hari. Sehmiati, warga Miliran, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya.

Ia bersama suaminya menerima total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

“Bersyukur dan terima kasih, kami merasa sangat diperhatikan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Bantuan pangan ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan keluarga, terutama bagi warga yang membutuhkan.

Foto: Dok Warta.jogjakota.go.id

Jogja dan Ketahanan Pangan yang Dijaga Bersama

Di tengah dinamika ekonomi, keberlanjutan pangan menjadi isu yang semakin dekat dengan kehidupan warga.

Penyaluran bantuan pangan tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjaga stabilitas sosial di tingkat keluarga.

Bagi Jogja, langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan setiap rumah tetap memiliki akses terhadap kebutuhan dasar, sebuah fondasi penting bagi kota yang ingin terus tumbuh dengan rasa keadilan.(Oi)

Sumber: warta.jogjakota.go.id