Gunungkidul, VoiceJogja.com – Di Karangtengah, Gunungkidul, harapan ekonomi tumbuh dari kandang ayam. Bukan sekadar peternakan, inisiatif ayam petelur ini menjadi upaya warga desa menjemput penghasilan baru sekaligus memperkuat ketahanan pangan dari tingkat paling dasar.
Langkah kecil namun bermakna hadir di Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Wonosari. Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto meresmikan Kandang Ayam Petelur Merah Putih yang berlokasi di Padukuhan Karangtengah I. Kehadiran fasilitas peternakan ini diproyeksikan menjadi penguat ekonomi warga sekaligus bagian dari strategi ketahanan pangan daerah.
Bagi pemerintah kalurahan, peresmian ini bukan sekadar penambahan fasilitas fisik. Wakil Lurah Karangtengah Gilang Yulianto menyampaikan bahwa dukungan pemerintah selama setahun terakhir (mulai dari pembangunan irigasi, sumur bor, hingga bantuan ayam petelur) sangat membantu menjawab kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, Gilang juga menyampaikan kondisi riil yang masih dihadapi warga. Tantangan pemberdayaan ekonomi dan perbaikan infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah, terlebih dengan adanya pemotongan anggaran dana desa. Kalurahan berharap dukungan pemerintah daerah dapat terus mengalir agar pembangunan sarana publik tetap berjalan dan aspirasi warga dapat terjembatani secara berkelanjutan.
Manfaat langsung dari program ini dirasakan oleh kelompok tani setempat. Perwakilan Kelompok Tani Makmur 2, Bambang Triyono, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan peternakan yang diterima oleh tiga kelompok tani di wilayah Wonosari dan Nglipar. Bantuan tersebut mencakup 600 ekor ayam petelur lengkap dengan kandang serta subsidi pakan selama tiga bulan pertama.
Bambang berharap, produksi telur dapat segera berjalan sehingga menambah pendapatan dan memperkuat kemandirian ekonomi kelompok tani. Para peternak berkomitmen mengelola bantuan secara optimal agar manfaatnya tidak bersifat sementara, tetapi memberi dampak jangka panjang bagi lingkungan sekitar.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Joko Parwoto menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus mendorong pembangunan ekonomi berbasis pedesaan melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah. Program ketahanan pangan menjadi fokus utama, termasuk pengembangan peternakan ayam petelur serta upaya mewujudkan swasembada beras yang menjadi prioritas nasional.
Selain sektor pertanian, perhatian juga diarahkan pada perbaikan infrastruktur desa seperti jalan dan irigasi yang didukung melalui instruksi presiden. Pemerintah daerah, menurut Joko Parwoto, juga memberi perhatian pada sektor pendidikan melalui renovasi puluhan gedung sekolah, serta dukungan teknologi bagi nelayan di kawasan pesisir Gunungkidul.
Seluruh program tersebut dirancang untuk memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat akar rumput. Harapannya, bantuan yang diberikan dapat dikelola dengan baik oleh warga, menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan, dan ikut mengantarkan Gunungkidul mengambil peran dalam visi besar Indonesia Emas.
sumber: Gunungkidulkab.go.id














