Scroll untuk baca artikel
Berita UnggulanFavoriteOlahraga

All England 2026: Wakil Indonesia Bentrok di 16 Besar

×

All England 2026: Wakil Indonesia Bentrok di 16 Besar

Sebarkan artikel ini

Raymond/Joaquin dan Fajar/Fikri jaga asa di Birmingham.

All England 2026: Raymond/Joaquin dan Fajar/Fikri sama-sama lolos dan akan bentrok di 16 besar ganda putra. foto: Dok Pbsi.id

All England, Voicejogja.com – Sorak sorai di arena All England 2026 terasa berbeda dari turnamen lain. Karpet abu-abu dan atmosfer megah Birmingham menjadi panggung bagi dua pasangan ganda putra Indonesia yang sama-sama menjaga harapan Merah Putih.

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri memastikan langkah ke 16 besar All England 2026. Pertemuan sesama wakil Indonesia pun tak terhindarkan, menghadirkan duel yang sarat gengsi sekaligus peluang.

Raymond/Joaquin Bangkit dari Tekanan

Raymond/Joaquin menyingkirkan Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju (Korea) lewat pertarungan tiga gim 17-21, 21-12, 21-19.

Raymond Indra bersyukur bisa menuntaskan laga tanpa cedera. Ia mengakui gim pertama menjadi tantangan karena adaptasi dengan kondisi lapangan.

“Di gim pertama kami belum terbiasa dengan kondisi lapangan yang kalah angin jadi belum bisa mengontrol. Di gim kedua kami sudah tahu harus bagaimana cara bermainnya dan berlanjut di gim ketiga yang sempat tertinggal lalu balik unggul,” ujarnya.

Nikolaus Joaquin menambahkan, momentum kebangkitan hadir setelah tertinggal 8-11 di interval gim ketiga.

“Kami coba lebih meyakinkan diri bahwa kami belum kalah jadi fokusnya bagaimana bisa dapat satu poin demi satu poin dan akhirnya bisa ambil 7-8 poin beruntun. Di poin 19-19 coba spekulasi dengan flick servis, nekat saja dan Puji Tuhan berhasil,” katanya.

Atmosfer All England, menurut mereka, benar-benar berbeda. Tekanan dan kemegahan arena menjadi pengalaman yang tak mudah dilupakan.

Fajar/Fikri Tampil Solid

Di laga lain, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (5) mengatasi Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (Malaysia) dua gim langsung 21-9, 21-17.

Muhammad Shohibul Fikri menyebut pertandingan berjalan alot meski skor terlihat meyakinkan.

“Pertandingan tadi cukup berjalan alot ya, memang bola juga kadang agak berat bila terjadi rally. Dan mereka pun pasangan yang sangat bagus tapi kami tadi bisa menguasai di lapangan,” ucapnya.

Fajar Alfian menegaskan kunci kemenangan ada pada kesabaran mengontrol permainan.

“Di pertandingan pertama tadi memang laju shuttlecock agak sedikit berat jadi kalau misalkan langsung menyerang itu jadi bumerang buat kami. Kami lebih banyak mengontrol permainan, lebih bermain rileks, enjoy dan tidak terburu-buru,” katanya.

Duel Sesama Indonesia di 16 Besar

Pertemuan Raymond/Joaquin dengan Fajar/Fikri di 16 besar All England 2026 menjadi sorotan. Fikri mengaku penasaran karena dalam dua pertemuan awal belum mampu menang dari Raymond/Joaquin.

“Semoga lusa nanti kami bisa mendapatkan kemenangan, itu harapannya,” ujarnya.

Fajar pun menilai Raymond/Joaquin sebagai pasangan yang sedang naik daun dan punya potensi luar biasa untuk Indonesia. Meski begitu, ia menegaskan keinginan tampil maksimal demi hasil terbaik.

Bagi publik Indonesia, duel ini bukan sekadar persaingan internal. Ini tentang kedalaman skuad dan regenerasi ganda putra yang terus terjaga di panggung dunia.

All England 2026 kembali memperlihatkan bahwa Indonesia tak kekurangan talenta. Siapa pun yang melangkah ke perempat final, satu hal pasti: Merah Putih tetap berkibar di Birmingham, membawa harapan baru untuk masa depan bulu tangkis Indonesia.(Oi)

Sumber: Pbsi.id