Scroll untuk baca artikel
DaerahFavoritePemerintahPeristiwa

650 Anak Panti Asuhan Terima Santunan Baznas Kota Yogya

×

650 Anak Panti Asuhan Terima Santunan Baznas Kota Yogya

Sebarkan artikel ini

Silaturahmi di Balai Kota menguatkan kepedulian sosial bagi generasi yang tumbuh tanpa orang tua.

Baznas dan Pemkot Yogya menyalurkan santunan kepada 650 anak panti asuhan dari 17 lembaga di Kota Yogyakarta sebagai bentuk kepedulian sosial. Foto: Dok Warta.jogjakota.go.id

Yogyakarta, VoiceJogja.com – Senyum dan harapan memenuhi ruang pertemuan di Balai Kota Yogyakarta. Ratusan anak dari berbagai panti asuhan duduk berdampingan, membawa cerita hidup yang tidak selalu mudah, namun tetap menyimpan mimpi besar tentang masa depan.

Melalui santunan yang disalurkan Baznas Kota Yogyakarta bersama Pemerintah Kota Yogyakarta, sekitar 650 anak yatim dan piatu dari 17 panti asuhan menerima dukungan yang diharapkan menjadi penguat langkah mereka menempuh pendidikan dan kehidupan.

Santunan untuk Panti Asuhan di Kota Yogya

Santunan tersebut diserahkan dalam kegiatan silaturahmi Wali Kota Yogyakarta dan Wakil Wali Kota Yogyakarta dengan panti asuhan se-Kota Yogyakarta di Umbulharjo, Kamis (5/3/2026).

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyampaikan bahwa bantuan dari Baznas memang tidak besar, namun memiliki makna sebagai bentuk kepedulian dan kedekatan antara pemerintah kota dengan anak-anak panti asuhan.

“Baznas ini mentasyarufkan bantuan yang tidak seberapa, tetapi ini sebagai bentuk cinta kasih dan kedekatan Baznas dan juga Pemerintah Kota Yogyakarta dengan panti-panti di Kota Yogyakarta,” kata Hasto.

Santunan tersebut berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun Baznas Kota Yogyakarta.

Foto: Dok warta.jogjakota.go.id

Apresiasi untuk Pengasuh dan Panti Asuhan

Hasto juga menyampaikan apresiasi kepada para pengelola panti asuhan di Kota Yogyakarta yang selama ini mendidik dan membesarkan anak-anak dengan penuh kesabaran.

Menurutnya, Yogyakarta dikenal sebagai kota pendidikan dan kota budaya. Karena itu, nilai akhlak dan karakter juga menjadi bagian penting dalam membentuk generasi masa depan.

Ia menilai peran panti asuhan tidak hanya memberi tempat tinggal, tetapi juga menanamkan nilai moral dan pendidikan agar anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang berilmu sekaligus berakhlak.

Dalam pertemuan tersebut hadir anak-anak dari berbagai latar belakang panti asuhan, baik berbasis Islam maupun non-Islam, termasuk anak-anak dengan kebutuhan khusus.

Pesan untul Masa Depan Anak-anak Yogya

Kepada para anak panti asuhan, Hasto menyampaikan pesan agar mereka tetap menjaga semangat belajar dan tidak berhenti bermimpi.

Ia menilai banyak anak-anak yang memiliki cita-cita besar, mulai dari menjadi profesor, presiden hingga wali kota. Harapan itu, menurutnya, harus dijaga dengan kerja keras dan disiplin sejak dini.

“Mudah-mudahan adik-adik semuanya akan menjadi SDM yang unggul, menjadi generasi yang saleh-solehah, nantinya bisa tercapai cita-citanya,” ujar Hasto.

Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu dengan baik, belajar dengan sungguh-sungguh, dan menjaga kesehatan selama masih memiliki kesempatan.

Program Baznas untuk Anak Panti

Ketua Baznas Kota Yogyakarta Syamsul Azhari menjelaskan santunan diberikan kepada sekitar 650 anak yatim dan piatu dari 17 panti asuhan di Kota Yogyakarta.

Menurutnya, anak-anak panti termasuk dalam kelompok penerima zakat atau asnaf yang berhak menerima bantuan dari dana zakat.

“Ini program yang termasuk asnaf fakir miskin karena mereka tidak ada orang tua dan tidak memiliki penghasilan. Program ini kami jalankan setiap tahun,” jelas Syamsul.

Selain santunan tersebut, Baznas Kota Yogyakarta juga secara rutin menyalurkan bantuan kesehatan setiap bulan kepada panti-panti asuhan.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat Baznas juga akan menyalurkan bantuan biaya operasional bagi anak panti yang akan diserahkan bertepatan dengan peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Pangeran Diponegoro.

Foto: Dok warta.jogjakota.go.id

Bagi Kota Yogyakarta, perhatian terhadap anak-anak panti asuhan bukan sekadar agenda tahunan. Ia menjadi bagian dari ikhtiar menjaga wajah kota yang dikenal sebagai kota pendidikan sekaligus kota dengan nilai kemanusiaan yang kuat.

Di balik santunan yang diberikan, tersimpan harapan agar setiap anak (apa pun latar belakangnya) tetap memiliki ruang untuk bermimpi dan tumbuh menjadi bagian penting masa depan Yogyakarta.(Oi)

Sumber: warta.jogjakota.go.id