Scroll untuk baca artikel
OlahragaFavorite

506 Atlet Kota Jogja Siap Tampil di POPDA dan PEPARDA 2026

×

506 Atlet Kota Jogja Siap Tampil di POPDA dan PEPARDA 2026

Sebarkan artikel ini

Dari ruang latihan hingga arena tanding, Jogja menanam harapan lewat generasi muda

506 atlet Kota Jogja siap berlaga di POPDA dan PEPARDA DIY 2026, targetkan pertahankan juara umum dengan semangat sportivitas. foto: Dok Warta.jogjakota.go.id

Yogyakarta, Voicejogja.com – Di halaman Balai Kota Yogyakarta, semangat itu terasa nyata. Ratusan atlet muda berdiri dengan tekad yang sama, membawa nama Jogja tetap bersinar di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah DIY 2026 dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah DIY 2026.

Bagi mereka, ini bukan sekadar kompetisi. Ini tentang perjalanan, disiplin, dan harapan yang dititipkan dari keluarga, sekolah, hingga kota yang mereka wakili.

Foto: Dok Warta.jogjakota.go.id

Jogja Mengirim Kekuatan Terbaik

Pemerintah Kota Yogyakarta melepas total 506 atlet untuk berlaga di dua ajang olahraga pelajar tingkat daerah tahun ini.

Untuk POPDA DIY 2026 yang berlangsung pada 30 Maret hingga 5 April, Jogja mengirim 546 kontingen yang terdiri dari 471 atlet serta 75 pelatih dan ofisial.

Sebanyak 33 cabang olahraga diikuti, seluruh atlet telah melalui proses seleksi dari masing-masing cabang, memastikan yang berangkat adalah mereka yang benar-benar siap bertanding.

Menjaga Tradisi Juara Umum

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, menegaskan semangat yang dibawa bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan menjaga tradisi prestasi.

Tahun sebelumnya, kontingen Kota Yogyakarta berhasil meraih juara umum di POPDA dan PEPARDA DIY 2025.

“Semua akan berjuang untuk membanggakan diri sendiri, orang tua, sekolah, dan daerah,” ujarnya saat pelepasan.

Bagi Jogja, capaian ini bukan angka semata, tetapi cerminan dari ekosistem pembinaan olahraga yang terus dijaga.

Ruang Setara bagi Atlet Disabilitas

Untuk PEPARDA DIY 2026 yang digelar pada 29–30 April, Jogja mengirimkan 35 atlet.

Seleksi dilakukan melalui kolaborasi dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SLB Kota Yogyakarta dan National Paralympic Committee of Indonesia Kota Yogyakarta.

Lima cabang olahraga akan diikuti, mulai dari atletik hingga boccia, cabang olahraga yang dirancang khusus untuk atlet dengan disabilitas cerebral palsy.

Kehadiran PEPARDA menjadi ruang penting bagi Jogja untuk memastikan bahwa prestasi adalah milik semua, tanpa kecuali.

Latihan, Disiplin, dan Tekad Atlet Muda

Di balik seremoni pelepasan, ada cerita tentang kerja keras yang tidak terlihat.

Tasya Sahira Anggreani, atlet renang dari SMPN 13 Yogyakarta, meningkatkan intensitas latihannya hingga sembilan kali dalam sepekan. Ia akan turun di nomor 200 meter dan 400 meter, setelah sebelumnya meraih dua emas di POPDA 2025.

“Latihannya lebih ditingkatkan. Makannya dijaga, pola tidurnya juga,” ungkapnya.

Sementara itu, Kevin Keiko Saverio, atlet boccia di PEPARDA, fokus pada teknik lempar yang menjadi tantangan utama dalam cabangnya.

Latihan rutin tiga kali seminggu menjadi bagian dari persiapan untuk kembali berprestasi.

Foto: warta.jogjakota.go.id

Olahraga sebagai Cermin Karakter Jogja

Bagi Jogja, olahraga bukan hanya soal medali. Ia adalah ruang pembentukan karakter, tentang kejujuran, integritas, dan sportivitas.

Disdikpora Kota Yogyakarta juga menyiapkan bonus sebagai bentuk apresiasi bagi atlet berprestasi, namun semangat utama tetap pada proses dan nilai yang dibangun.

Pelatih dan ofisial pun mendapat apresiasi atas peran mereka mendampingi atlet dengan kesabaran dan ketelatenan.

Menjaga Masa Depan Lewat Generasi Muda

Dari lintasan lari, kolam renang, hingga arena boccia, Jogja sedang menanam sesuatu yang lebih besar dari sekadar kemenangan.

Ini tentang masa depan, tentang generasi yang belajar bertanding dengan cara yang benar, dan tumbuh membawa nilai yang sama ke kehidupan mereka kelak.

Di setiap langkah atlet muda itu, Jogja tidak hanya mengejar juara, tetapi juga menjaga arah.(Oi)

Sumber: Warta.jogjakota.go.id