Yogyakarta, VoiceJogja.com – Pukul lima pagi, ketika sebagian warga masih terlelap, pasukan oranye sudah menyapu jalanan Kota Yogyakarta. Sebelum aktivitas kota benar-benar bergerak, sampah di pinggir jalan harus sudah terangkat.
Di tengah rutinitas itulah 450 petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta menerima paket sembako sebagai bentuk apresiasi. Bagi mereka, perhatian seperti ini bukan sekadar bantuan, tetapi pengakuan atas peran penting menjaga wajah Jogja tetap bersih.

Apresiasi untuk Penjaga Kebersihan Kota
Paket sembako diserahkan oleh anggota DPR RI Siti Hediati Soeharto bersama jajaran dan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo di Kantor DLH Kota Yogyakarta, Minggu (1/3/2026).
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada para petugas kebersihan.
“Kami atas nama Pemerintah Kota Yogyakarta dan masyarakat semuanya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” kata Hasto.
Ia menegaskan, petugas kebersihan memiliki peran vital. Sejak pukul 05.00 WIB, pekerjaan mereka sudah dipantau. Sebelum pukul 07.00 WIB, penjemputan sampah di pinggir jalan harus selesai.

mmenyerahkan paket sembako kepada para petugas kebersihan DLH Kota Yogyakarta. foto: Dok Warta.jogjakota.go.id
Pasukan Orange dan Tanggung Jawab Harian
Selain membersihkan sampah, petugas kebersihan juga merawat rumput dan terlibat dalam kerja bakti rutin setiap Jumat. Kegiatan itu sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo agar daerah menggiatkan korve atau kerja bakti.
“Korve di Kota Yogyakarta tidak hanya sampah tapi rumput juga, ya kita bersihkan. Kami juga punya ulu-ulu, pasukan oranye yang membersihkan sungai karena sungai kita juga masih banyak sampah. Oleh karena itu ke depan kita juga mohon dukungan untuk kegiatan-kegiatan yang menyangkut masalah kebersihan di Kota Yogyakarta,” ujar Hasto.
Pesan ini menegaskan bahwa kebersihan kota bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi membutuhkan dukungan bersama.
Harapan untuk Kota Pariwisata yang Bersih
Siti Hediati Soeharto menyampaikan terima kasih atas kerja keras para petugas kebersihan yang menjaga Kota Yogyakarta tetap rapi dan nyaman.
“Kedatangan kami ini memberikan apresiasi sebagai tanda terima kasih dan tali asih kami memberikan sembako. Walaupun tidak banyak, mudah-mudahan bisa bermanfaat,” tutur Titik.
Ia juga berpesan agar para petugas tetap rajin dan merasa memiliki Kota Yogyakarta. Sebagai kota pariwisata yang didatangi wisatawan domestik maupun mancanegara, kebersihan menjadi bagian dari citra dan keberlanjutan ekonomi kota.

Menjaga Jogja sebagai Rumah Bersama
Bagi warga Yogyakarta, keberadaan pasukan oranye bukan sekadar petugas teknis. Mereka adalah garda terdepan yang memastikan Malioboro dan berbagai sudut kota tetap bersih dan layak dinikmati.
Apresiasi dalam bentuk paket sembako menjadi simbol perhatian, sekaligus pengingat bahwa kebersihan adalah fondasi kota yang sehat dan berdaya saing.
Dari kerja sunyi sejak dini hari hingga dukungan yang diberikan hari ini, Jogja terus belajar bahwa merawat kota berarti merawat masa depannya sendiri.(Oi)
Sumber: warta.jogjakota.go.id














